Traveloka Flash Sale

Candi Sawentar

Candi Sawentar
Candi Sawentar
Rafting di Blitar

Ada banyak sekali candi di wilayah Blitar, baik yang masih utuh atau hanya tinggal puing-puingnya saja seperti candi simping yang terletak di kademangan. Pada kesempatan ini mblitar.net ingin berbagi informasi salah satu candi yang bisa dibilang masih cukup baik karena bangunannya tampak layaknya sebuah candi yang besar. Candi yang dimaksud adalah Candi Sawentar.

Candi Sawentar di Kanigoro Kab. Blitar

Candi Sawentar
Candi Sawentar

Candi Sawentar secara administratif terletak di desa Sawentar, kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar. Sebuah candi yang disebut dalam Kitab Negarakertagama sebagai salah satu Candi yang pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk untuk menghibur hatinya. Di dalam kitab yang sama, candi ini juga disebut dengan Lwa Wentar.

Candi ini diyakini merupakan sebuah komplek percandian seperti candi penataran. Hal ini disimpulkan dari temuan beberapa pondasi dari batu bata. Diyakini juga candi ini didirikan pada awal berdirinya kerajaan Majapahit.

Struktur Candi Sawentar merupakan bentuk dari bangunan masa Jawa Timur yang berkembang pada abad XII – XIII M., Karena bangunan yang berkembang pada abad VIII – X M didominasi oleh bangunan-bangunan candi di Jawa Tengah, bentuknya tidak seperti itu. Bangunan candi masa Jawa Tengah cenderung gemuk dan buntak (tambun), sedangkan bangunan candi masa Jawa Timur berbentuk ramping dan tinggi. Candi sawentar juga memiliki kesamaan bentuk dengan candi Kidal dan candi bangkal, yang sama-sama berada di Jawa Timur. Hanya untuk Candi Bangkal memang sebagian besar terbuat dari batu bata dan bukan andesit layaknya Candi Kidal dan Sawentar 1.

Denah alas atau batur candi Sawentar 1 hampir mengarah ke bujur sangkar, berukuran panjang 9,53 m, lebar 6,86 m. Tinggi bangunannya 10,65 meter. Berdasarkan sisa-sisa bangunan yang terdapat di sekitar halaman, Candi Sawentar memiliki pagar keliling dari batu dengan denah halaman hampir bujur sangkar. Halaman ini merupakan halaman pusat, karena pada umumnya bangunan candi memiliki 3 tingkatan bangunan. Bangunan candinya terbuat dari batu andesit dengan pola pasang tidak beraturan/acak.

Dahulu di depan candi terdapat sebuah bangunan tembok tepat di depan tangga pintu masuk ke ruang candi, sehingga posisinya menutupi tangga pintu masuk tersebut. Bagian pondasi dari tembok pagar ini sekarang masih ada. Fungsi dari tembok itu diduga sebagai ‘kelir’ atau ‘aling-aling’ dari bangunan candinya. Maksud dari kelir atau aling-aling tersebut secara magis adalah sebagai penangkal atau penolak dari kekuatan gaib yang bersifat negatif/jahat. Dengan demikian tembok kelir atau aling-aling tersebut memiliki fungsi magis, yaitu magis perlindungan (protektif). Sisa pondasi pagar seperti pada gambar dibawah ini (membujur, utara-selatan). Candi Sawentar sesuai dengan strukturnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian kaki, badan, dan puncak.

  • Bagian kaki (Upapitha) disebut BHURLOKA, gambaran dari alam manusia atau dunia manusia
  • Bagian badan (Vimana) disebut BWAHLOKA, gambaran alam atau langit
  • Bagian puncak (Cikhara) disebut SWAHLOKA, gambaran alam sorgawi atau kahyangan para dewa

Struktur bangunan candi, baik candi Hindu maupun candi Budha mengacu kepada gambaran gunung suci, yaitu Meru. Menurut mitologi Hindu dan Budha bahwa alam semesta atau jagat raya ini berpusat pada gunung Meru yang merupakan tempat tinggal para dewa. Oleh karena itu candi-candi dibangun sebagai usaha untuk menciptakan gunung Meru tiruan. Dengan demikian struktur bangunan candi harus sesuai dengan struktur Meru, yaitu ada kaki, lereng/badan, dan puncak. Karena sebuah gunung mengandung unsur flora atau fauna, maka hiasan-hiasan pada dinding candi juga mengandung unsur flora dan fauna. Disamping itu dihias dengan makhluk-makhluk ajaib penghuni sorga. Semuanya itu untuk menegaskan bahwa candi merupakan gambaran dari Meru tempat tinggal para dewa –  Wikipedia

Cara Menuju Candi Sawentar

Cara paling mudah menuju candi Sawentar dari Blitar kota adalah ke timur arah Wlingi. Masuk jalan sebelah timur pompa bensin Bence, Garum ke selatan. Lurus terus sekitar 8 km. Candi akan tampak setelah sebuah pertigaan di sebelah kanan jalan. Kondisi jalan apabila melalui Bence tidak begitu bagus, meski sudah aspal namun banyak jalan yang berlubang. Selain rute tersebut anda bisa mengikuti alternatif yang ditawarkan oleh Peta di bawah ini.

Semoga informasi yang kami sajikan diatas bisa menambah wawasan dan membantu anda yang ingin menuju tempat ini.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Leave a Comment